WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Kupang: Adu Visi Tanpa Kampanye Hitam

Metronttdewa.com 20-10-2026 || 16:11:41

Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki

Metronewsntt.com, Oelamasi— Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar Deklarasi Kampanye Damai. 

Acara penting ini dipimpin langsung oleh Bupati Kupang,Yosef Lede dodampingi  Wakil Bupati, Aurum Titu Eki,  bertempat di Aula Gereja Elim Naibonat, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (20/10/2026).

​Deklarasi damai ini ditandai dengan pengucapan dan penandatanganan naskah ikrar oleh seluruh calon kepala desa yang akan bertarung pada November mendatang, disaksikan langsung oleh jajaran panitia pemilihan.

​Dalam arahannya,  Bupati Kupang, Yosef Lede, menegaskan bahwa Pilkades adalah pesta demokrasi rakyat di tingkat desa yang harus disambut dengan penuh kegembiraan, bukan dengan ketegangan. Ia mengingatkan seluruh pihak—mulai dari para calon, tim sukses, pendukung, hingga panitia—untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

​"Pelaksanaan Pilkades yang aman, jujur, dan bermartabat adalah komitmen mutlak Pemerintah Kabupaten Kupang," tegas Yosef.

​Ia juga mengeluarkan peringatan keras terkait aturan kampanye. Pemkab Kupang tidak akan segan-segan mendiskualifikasi calon yang terbukti melakukan kampanye hitam (black campaign). Pengawasan ketat juga akan dilakukan di media sosial dengan menggandeng aparat TNI/Polri.

​"Tidak boleh ada kampanye hitam. Jika ada bukti kuat, pencalonannya langsung kita batalkan. Kami juga menegaskan, tidak boleh ada pemilihan ulang. Jika sampai terjadi pemungutan suara ulang akibat kelalaian, maka camat dan calon kepala desa bersangkutan yang harus menanggung biaya pelaksanaannya," tegas Yosef.

​Yosef mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Pilkades 2026 sebagai sarana melahirkan pemimpin desa yang jujur, adil, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Ia berpesan agar kompetisi politik tidak merusak ikatan sosial yang telah lama terjalin di tengah masyarakat.

​"Jangan jadikan kompetisi politik ini untuk memicu permusuhan apalagi memutus hubungan persahabatan dan kekeluargaan. Boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap yang utama," pesannya.

​Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak-De Haan, dalam kesempatan yang sama mengingatkan bahwa deklarasi damai ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan komitmen moral bersama untuk merawat persatuan.

​"Gunakan ruang kampanye secara bertanggung jawab. Jauhkan berita bohong (hoax), fitnah, ujaran kebencian, maupun tindakan yang merendahkan calon lain. Semua warga memiliki hak yang sama untuk menciptakan Pilkades yang jujur dan bermartabat," ujar Sofia.

​Dari sisi keamanan, Kapolres Kupang, AKBP Aditya Otorio Putra, menyatakan pihaknya siap mengawal seluruh tahapan Pilkades serentak 2026. Polres Kupang menerjunkan lebih dari 100 personel ke lapangan, dengan atensi khusus pada titik-titik yang dinilai rawan. Ia berharap masyarakat dan para kontestan dapat mematuhi mekanisme dan aturan yang berlaku demi terciptanya situasi yang kondusif.(mnt)


Baca juga :

Related Post